Saturday, October 22, 2011

Kehebatan Iskandar Dzul Qarnain Part 2 (Menjelajahi Dunia)

Al-Hasan al-Bashri mengatakan, apabila Dzul Qarnain menunggangi kendaraan, maka bersamanya ada sejuta empat ratus ribu orang mengikutinya dalam rangka melayaninya. Khidhr as adalah wazirnya dan pengatur kerajaannya. Bersama dengan tentara-tentara itu, ida menjelajah seluruh pelosok bumi hingga dia sampai ke tempat terbenam matahari. 
Itulah firman Allah:

Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat (QS 18:86)

As-Suhaili mengatakan, umat yang dimaksud adalah Nasik. Mereka adalah salah satu keturunan kaum Tsamud. Tatkala Dzul Qarnain beserta para tentaranya mendatangi dan menguasai mereka, dia mengundang mereka untuk datang ke hadapannya. Dia mengajak mereka untuk mengesakan Allah. Sebagian dari mereka ada yang beriman, ada juga yang tetap dalam kekufurannya. Kepada orang-orang yang tetap dalam kekufurannya, Allah menguasakan kegelapan yang pekat dibarengi dengan badai debu yang masuk ke mulut dan telinga mereka sehingga mereka yakin akan binasa, yang pada akhirnya membuat mereka menyambut untuk mengesakan Allah. Setelah mereka menyatakan keimanannya, Dzul Qarnain meninggalkan mereka, pergi ke penduduk Hawi. Dia perlakukan mereka seperti yang dia lakukan kepada yang pertama sampai mereka beriman.

Selanjutnya, Dzul Qarnain meneruskan perjalanan hingga sampai ke bumi belahan utara. Kemudian datang kepada penduduk Mansik yang mendiami tempat terbitnya matahari. Dia perlakukan mereka seperti yang pertama. Setelah beriman, dia tinggalkan mereka dan pergi ke bumi belahan selatan. Dia datang ke penduduk Tawil lalu memperlakukan mereka seperti yang pertaman.
Allah berfirman:

Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu. (QS:18:90)

As-Sadi mengatakan, mereka adalah kaum Mansik yang tinggal di belahan timur.

As-Suhaili mengatakan, tatkala Dzul Qarnain sampai ke tempat terbit matahari, disana dia melihat sebuah kota yang besar yang bernama Jabilqa. Dia melihat kota itu memiliki sepuluh ribu pintu. Antara satu pintu dengan pintu yang lain berjarak satu farsakh. Penduduk kota itu buruk penampilannya dan tidak berpakaian (telanjang). Mereka tidak memiliki penutup apapun. Apabila matahari menyinari mereka, mereka masuk ke lubang-lubang di bawah tanah untuk melindungi diri dari panasnya matahari. Mereka tidak memiliki makanan kecuali makanan yang terbakar oleh panas matahari sewaktu terbit. Apabila matahari mulai bergerak ke pertengahan ufuk, mereka keluar dari lubang menuju tempat makan mereka. Mereka makan apa yang telah terbakar oleh matahari, baik itu burung, binatang, maupun yang lainnya.

Mujahid mengatakan, kaum itu berkulit hitam, tidak berpakaian dan tidak memakai alas kaki. Mereka termasuk jenis Negro Tertinggi. Jumlah mereka tidak terhitung. As-Sadi mengatakan bahwa matahari mulai terbit dari sumber air (laut) yang ada disana. Apabila matahari terbit melewati di atas laut itu, airnya berubah menjadi seperti warna minyak karena panas matahari sehingga ikan-ikan dari laut tersebut berhamburan ke permukaan bumi. Orang-orang yang ada di lubang-lubang keluar memungut ikan-ikan tersebut dan memakannya.

As-Sadi mengatakan, tatkala Iskandar sampai ke tempat terbenam matahari, disana dia melihat laut yang berlumpur hitam yang diceritakan oleh Allah dalam Alquran. Ketika matahari terbenam ke dalam laut, dia mendengar seperti suara petir yang mengelegar, laut itu menggelegak dan mendidih seperti kuali sehingga airnya memuncrat ke tanah sejauh menempuh perjalanan tiga hari. Burung dan binatang yang terkena air itu pasti mati yang kemudian dimakan oleh penduduk kota tersebut. Ats-Tsa'labi mengatakan, Dzul Qarnain melewati sebuah lembah semut. Disana dia melihat semut yang ukurannya sebesar unta sehingga kuda-kuda para tentara berhamburan kabur. Dia melanjutkan perjalanannya hingga sampai kepada kaum yang lain.

Mereka mengadu kepadanya, 'Hai Dzul Qarnain. sesungguhnya di antara dua gunung ini ada makhluk Allah, kami tidak tahu apakah manusia ataukah jin. Mereka disebut Ya'juj dan Ma'juj yang suka membuat kerusakan di muka bumi, suka memburu berbagai binatang dan memakannya.'
Itulah fiman Allah

'Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi). Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata, 'Hai Dzul Qarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan suatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?' (QS:18-92-94)

No comments:

Post a Comment