Showing posts with label Kisah-Kisah Ajaib. Show all posts
Showing posts with label Kisah-Kisah Ajaib. Show all posts

Saturday, October 22, 2011

Kehebatan Iskandar Dzul Qarnain Part 3 (Ya'juj dan Ma'juj)

Sebagian ahli tafsir mengatakan, perusakan yang dilakukan oleh Ya'juj dan Ma'juj  adalah menyodomi  orang yang mereka temukan, besar maupun kecil. Dzul Qarnain berkata terhadap mereka:

'Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat) agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi' (QS 18:95-96)

As-Sadi mengatakan, Iskandar menemukan tambang besi. Dari logam tersebut dia membuat banyak bata dan bata-bata itu dipakai membangun benteng. Ats-Tsa'labi mengatakan, tatkala Dzul Qarnain membangun benteng, dia mengukur jarak antara dua gunung. Kemudian dia membuat dinding dari besi yang tingginya mencapai enam ratus siku dari permukaan tanah dan lebarnya tiga ratus siku. Untuk menyambungkan dua bata, dia gunakan tembaga yang dileburkan terlebih dahulu. Menurut ats-Tsa'labi, jarak antara dua gunung itu adalah seratus farsakh. Untuk fondasi dinding tersebut, dia menggali tanah sedalam-dalamnya hingga dari sana keluar air. Lalu fondasi tersebut dia jejali dengan dinding besi sehingga bangunan benteng itu menjulang tinggi yang menyamai kedua gunung tersebut. Benteng itu dibuat dari besi yang menyatu, tidak terpotong-potong.

Allah berfirman:

Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melubanginya (QS 18:98)

Ibn Abbas ra meriwayatkan, 'Ada seorang laki-laki yang datang kepada Nabi saw. Dia berkata, 'Ya Rasulullah, sesungguhnya aku telah melihat dinding Ya'juj dan Ma'juj.' Rasulullah saw bersabda, 'Ceritakanlah bagaimana ciri-cirinya!' Laki-laki itu menjawab, 'Sesungguhnya benteng itu adalah dinding hitam. Dinding itu berlapiskan tembaga merah.' Rasulullah saw bersabda, 'Ia adalah benar-benar dinding Ya'juj dan Ma'juj.'

Ats-Tsa'labi mengatakan, 'Antara pembuatan dinding Ya'juj dan Ma'juj dan hijrah Nabi saw berjarak 1530 tahun.' Dalam beberapa hadits diceritakan bahwa benteng ini akan terbuka pada akhir zaman, ketika kiamat sudah dekat. Dari sana, keluar Ya'juj dan Ma'juj. Mereka menjelajah di muka bumi. Mereka minumair sungai Saihun, Jihun, dan danau Tabairiyah dalam satu hari. Semua pepohonan dan tumbuh-tumbuhan , mereka santap dalam satu hari. Apabila berbagai kerusakan di bumi telah timbul dari mereka dan melahirkan berbagai kesulitan, maka Allah mengirim angin hitam kepada mereka, seperti angin yang dikirim Allah kepada kaum 'Ad. Angin itu masuk melalui mulut mereka dan keluar dari badan mereka sehingga mereka semua mati dalam sesaat. Akibatnya, bumi dipenuhi oleh bangkai mereka karena jumlah mereka sangat banyak. Maka, Allah mengutus burung-burung hitam untuk memunguti mereka dan melemparkannya ke laut.

Kehebatan Iskandar Dzul Qarnain Part 2 (Menjelajahi Dunia)

Al-Hasan al-Bashri mengatakan, apabila Dzul Qarnain menunggangi kendaraan, maka bersamanya ada sejuta empat ratus ribu orang mengikutinya dalam rangka melayaninya. Khidhr as adalah wazirnya dan pengatur kerajaannya. Bersama dengan tentara-tentara itu, ida menjelajah seluruh pelosok bumi hingga dia sampai ke tempat terbenam matahari. 
Itulah firman Allah:

Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat (QS 18:86)

As-Suhaili mengatakan, umat yang dimaksud adalah Nasik. Mereka adalah salah satu keturunan kaum Tsamud. Tatkala Dzul Qarnain beserta para tentaranya mendatangi dan menguasai mereka, dia mengundang mereka untuk datang ke hadapannya. Dia mengajak mereka untuk mengesakan Allah. Sebagian dari mereka ada yang beriman, ada juga yang tetap dalam kekufurannya. Kepada orang-orang yang tetap dalam kekufurannya, Allah menguasakan kegelapan yang pekat dibarengi dengan badai debu yang masuk ke mulut dan telinga mereka sehingga mereka yakin akan binasa, yang pada akhirnya membuat mereka menyambut untuk mengesakan Allah. Setelah mereka menyatakan keimanannya, Dzul Qarnain meninggalkan mereka, pergi ke penduduk Hawi. Dia perlakukan mereka seperti yang dia lakukan kepada yang pertama sampai mereka beriman.

Selanjutnya, Dzul Qarnain meneruskan perjalanan hingga sampai ke bumi belahan utara. Kemudian datang kepada penduduk Mansik yang mendiami tempat terbitnya matahari. Dia perlakukan mereka seperti yang pertama. Setelah beriman, dia tinggalkan mereka dan pergi ke bumi belahan selatan. Dia datang ke penduduk Tawil lalu memperlakukan mereka seperti yang pertaman.
Allah berfirman:

Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu. (QS:18:90)

As-Sadi mengatakan, mereka adalah kaum Mansik yang tinggal di belahan timur.

As-Suhaili mengatakan, tatkala Dzul Qarnain sampai ke tempat terbit matahari, disana dia melihat sebuah kota yang besar yang bernama Jabilqa. Dia melihat kota itu memiliki sepuluh ribu pintu. Antara satu pintu dengan pintu yang lain berjarak satu farsakh. Penduduk kota itu buruk penampilannya dan tidak berpakaian (telanjang). Mereka tidak memiliki penutup apapun. Apabila matahari menyinari mereka, mereka masuk ke lubang-lubang di bawah tanah untuk melindungi diri dari panasnya matahari. Mereka tidak memiliki makanan kecuali makanan yang terbakar oleh panas matahari sewaktu terbit. Apabila matahari mulai bergerak ke pertengahan ufuk, mereka keluar dari lubang menuju tempat makan mereka. Mereka makan apa yang telah terbakar oleh matahari, baik itu burung, binatang, maupun yang lainnya.

Mujahid mengatakan, kaum itu berkulit hitam, tidak berpakaian dan tidak memakai alas kaki. Mereka termasuk jenis Negro Tertinggi. Jumlah mereka tidak terhitung. As-Sadi mengatakan bahwa matahari mulai terbit dari sumber air (laut) yang ada disana. Apabila matahari terbit melewati di atas laut itu, airnya berubah menjadi seperti warna minyak karena panas matahari sehingga ikan-ikan dari laut tersebut berhamburan ke permukaan bumi. Orang-orang yang ada di lubang-lubang keluar memungut ikan-ikan tersebut dan memakannya.

As-Sadi mengatakan, tatkala Iskandar sampai ke tempat terbenam matahari, disana dia melihat laut yang berlumpur hitam yang diceritakan oleh Allah dalam Alquran. Ketika matahari terbenam ke dalam laut, dia mendengar seperti suara petir yang mengelegar, laut itu menggelegak dan mendidih seperti kuali sehingga airnya memuncrat ke tanah sejauh menempuh perjalanan tiga hari. Burung dan binatang yang terkena air itu pasti mati yang kemudian dimakan oleh penduduk kota tersebut. Ats-Tsa'labi mengatakan, Dzul Qarnain melewati sebuah lembah semut. Disana dia melihat semut yang ukurannya sebesar unta sehingga kuda-kuda para tentara berhamburan kabur. Dia melanjutkan perjalanannya hingga sampai kepada kaum yang lain.

Mereka mengadu kepadanya, 'Hai Dzul Qarnain. sesungguhnya di antara dua gunung ini ada makhluk Allah, kami tidak tahu apakah manusia ataukah jin. Mereka disebut Ya'juj dan Ma'juj yang suka membuat kerusakan di muka bumi, suka memburu berbagai binatang dan memakannya.'
Itulah fiman Allah

'Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi). Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata, 'Hai Dzul Qarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan suatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?' (QS:18-92-94)

Friday, October 21, 2011

Kehebatan Iskandar Dzul Qarnain Part 1 (Asal Usul)

Iskandar Dzul Qarnain yang disebut dalam Al-Quran  bukanlah "Alexander the Great" Raja bengis yang homoseksual dan menyembah dewa-dewa.

Allah berfirman:
'Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzul Qarnain. Katakanlah, 'Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya.'
(QS 18:83)

Menurut sebuah riwayat, dia termasuk salah satu anak adh-Dhah-hak. Asalnya dari Himyar (wilayah di Yaman), berkulit coklat dan ibunya keturunan Romawi. Menurut pendapat yang lain, dia adalah Iskandar bi Darub, Raja Ishthakhar (sebuah kota di Iran), Babil dan kota-kota di wilayah timur. Yang memelihara dia sejak kecil adalah kakek dari pihak ibunya yang bernama Failasuf, dia juga seorang Raja Romawi.

Ali ra dan Ikrimah mengatakan bahwa Iskandar Dzul Qarnain adalah anak Yunan bin Yafits bin Nuh as. Menurut cerita, panjang hidungnya adalah tiga jengkal. Dari sana bisa dikiaskan bagaimana betapa besar kepala dan postur tubuhnya. Dikatakan bahwa dialah yang membangun menara di Iskandariyah. Diperkirakan umurnya mencapai 1000 tahun lebih. Dalam urusan kenabiannya masih diperdebatkan.

Wahab bin Munabbih mengatakan, dia hanyalah seorang hamba yang saleh, sementara menurut Ikramah dia adalah seorang nabi sekaligus rasul yang diutus kepada penduduk Babil 300 tahun sebelum kemunculan Isa as. Al Hasan al Bashri mengatakan , dia adalah seorang raja. Dia pernah memerangi Namrudz bin Kan'an. Dia seorang muslim yang memeluk agama Ibrahim al-Khalil as. Pada zaman Ibrahim, dia berprofesi sebagai hakim. Dialah yang memberi keputusan untuk Ibrahim di Lembah Tujuh (Wadi as-Sab'i) tatkala Ibrahim berangkat meninggalkan kaumnya.

Iskandar, apabila lewat ke tempat Ibrahim, dia suka turun dari kudanya. Setelah berlalu dari sana baru dia menunggangi kudanya lagi. Dia telah menguasai berbagai negeri, menundukkan para hamba yang sombong, menaklukan berbagai kota dan benteng dari timur hingga barat. Imam Ali ra mengatakan, Iskandar berjalan, sementara Allah adalah yang membantunya. Bumi dilipatkan untuknya dan Allah mempermudah segala urusannya karena berkah kesalehannya dan kebaikan tingkah lakunya.

Penyebab dia dinamakan Dzul Qarnain, Imam Ali ra mengatakan, tatkala dia berperang dan berdakwah untuk menyembah Allah, kaumnya memukulnya di bagian kepalanya. Pukulan tersebut membekas. Lalu dia menghilang dai mereka. Ketika di datang lagi, mereka memukul kembali di kepala sisi yang lain dan membekas. Atas dasar itu, dia dinamai Dzul Qarnain.

Ibn Abbas ra mengatakan, setelah dia melakukan perjalanan ke barat dan timur, maka dia dinamai Dzul Qarnain. Menurut sebuah riwayat, penyebab diberi nama itu karena dalam tidurnya dia bermimpi memegang tanduk (Qarn) matahari. Setelah mimpinya diceritakan pada kaumnya, maka mereka menamainya Dzul Qarnain. Menurut cerita lain, karena dia raja di Romawi dan Persia, maka kaumnya menyebutnya Dzul Qarnain.

Ada juga yang mengatakan, karena dia memiliki dua bulu yang melambung di kepalanya, maka dia dinamai Dzul Qarnain. Yang lain mengatakan, karena memiliki dua kakek yang mulia, maka dia dinamai Dzul Qarnain. Ada lagi yang mengatakan, dinamai Dzul Qarnain karena dia memiliki dua tulang yang menonjol di kepalanya. Keduanya ditutupi menggunakan serban sehingga keduanya tertutup. Dialah orang pertama yang menggunakan serban dan orang pertama yang bersalaman dengan menggunakan telapak tangannya. Dikatakan bahaw dia berjalan pada tempat yang gelap maupun terang. Itulah sepuluh cerita tentang penamaan ini.

Wahab bin Munabbih mengatakan, Iskandar menyembunyikan kedua tanduknya dari orang-orang. Dia tidak pernah memperlihatkan kepada siapa pun kecuali pada suatu hari dia pergi ke toilet. Dia tanggalkan serban dari kepalanya sehingga sekretarisnya melihat  kedua tanduknya. Dia berkata kepada sekretarisnya, 'Apabila keadaanku diketahui oleh khalayak ramai, berarti dari kamu.' Sekretarsinya bersumpah tidak akan membongkar masalah itu. Akan tetapi, dia tidak mampu untuk melakukannya hingga pada suatu hari dia pergi ke sebuah lapangan. Disana dia berteriak dan berkata, 'Iskandar memiliki dua tanduk, ' Maka, terbongkarlah rahasia itu.

Secara kebetulan, di lapangan itu ada dua pohon bambu yang mendengar suaranya.Setelah kedua pohon bambu itu besar, Allah membuatnya bisa bicara, keduanya mengatakan 'Iskandar mempunyai dua tanduk,' Oleh karenanya, berita tentang hal itu tersebar luas. Pada saat itu, Iskandar berkata, 'Ini adalah urusan yang dikehendaki tersiar oleh Allah.'

Wahab bi Munabbih mengatakan, dalam tidurnya pada suatu malam Allah mewahyukan kepadanya, 'Sesungguhnya Aku mengutusmu di muka bumi kepada tujuh umat yang berbeda-beda bahasa dan sifatnya. Dua umat bernama Hawil, yang menempati bumi sebelah utara, dan Tawil, yang menempati bumi bagian selatan. Dua umat bernama Nasik bumi sebelah barat, dan Mnsik, yang menempati bumi belahan timur. Tiga umat yang lain menempati bumi bagian tengah yang dinamakan Ya'juj dan Ma'juj.' Dzul Qarnain berkata, ' Ya Tuhanku, apakah aku akan mampu memerangi umat-umat yang besar ini?' Allah mewahyukan kepadanya, 'Sesungguhnya Aku akan memakaikan kemuliaan kepadamu dan membuatmu ditakuti, Aku juga akan tundukkan cahaya dan kegelapan untukmu dan Aku jadikan keduanya sebagai tentaramu.'

Thursday, October 20, 2011

Kisah Baluqiya yang Mengelilingi Alam Semesta Part 2

Baluqiya terus melanjutkan melanjutkan perjalanannya. Tiba-tiba ada malaikat yang sangat besar. Dia berkata, 'Tidak ada tuhan kecuali Allah dan Muhammad utusan Allah. 'Baluqiya mengucapkan salam kepadanya, malaikat itu pun menjawabnya. Baluqiya bertanya tentangnya, dia menjawab, 'Aku adalah malaikat yang ditugaskan menangani angin. Aku tidak akan melepaskan angin kecuali atas seizin Allah. Aku menggenggam laut. Seandainya tidak demikian, tentu semua yang ada di muka bumi akan binasa.

Baluqiya meninggalkannya, dia melanjutkan perjalanannya hingga sampai ke gunung Qaf. Ternyata ia terbuat dari yakut hijau. Ia mengelilingi dunia seluruhnya. Karena pancaran sinar gunung tersebut, langit terlihat berwarna biru. Allah menugaskan penanganan gunung ini kepada seorang malaikat. Apabila Allah hendak mengguncangkan sebagian bumi. Dia memerintahkan malaikat tersebut untuk menggerakkan lapisan yang tersambung dari belahan bumi tersebut ke gunung Qaf. Apabila Allah hendak menenggelamkan sebuah desa beserta isinya, maka Dia mengizinkan kepada malaikat itu untuk memotong lapisan kampung tersebut dari bumi.

Baluqiya bertanya kepada malaikat itu, 'Apa yang ada di belakang gunung ini?' Dia menjawab, 'Di belakang gunung ini ada 40.000 kota selain kota-kota dunia. Kota itu terbuat dari emas dan perak. Tidak ada siang dan malam. Penduduknya adalah para malaikat yang tidak pernah lelah bertasbih kepada Allah. Baluqiya bertanya, 'Apa di belakang kota-kota itu?' Dia menjawab, 'Dibelakangnya ada 70.000 hijab (penghalang). Setiap hijab besarnya seukuran dunia. Tidak ada seorang pun yang mengetahui di balik hijab itu, kecuali Allah.

Baluqiya meninggalkan malaikat itu, dia melanjutkan perjalanannya hingga sampai ke sebuah gunung. Disana ada malaikat-malaikat yang rupa mereka seperti kijang. Baluqiya mengucapkan salam kepada mereka, mereka pun membalasnya. Baluqiya bertanya kepada mereka, 'Siapa kalian?' Mereka menjawab, ' Kami adalah sebagian malaikat Allah. Di sini kami beribadah kepada Allah semenjak kami diciptakan.' Lalu Baluqiya bertanya kepada mereka tentang gunung besar yang menghadap kepada mereka, yang menyinarkan cahaya seperti matahari. Mereka menjawab, 'Itu adalah gunung dunia yang terbuat dari emas. Semua logam emas yang ada di bumi bersumber darinya.'

Baluqiya meninggalkan mereka, dia melanjutkan perjalanannya hingga sampai ke sebuah laut yang luas. Di sana ada dua ikan yang sangat besar. Dia mengucapkan salam kepada mereka, dan mereka pun membalasnya. Keduanya bertanya kepada Baluqiya, 'Siapa engkau, hai makhluk Allah?' Dia menjawab, 'Aku Baluqiya, dari Bani Israil. Aku datang dalam rangka mencari Muhammad, penutup para nabi. Apakah kalian memiliki sesuatu yang bisa aku makan?' Karena kegaiban Allah, mereka memberinya roti. Dimakannya roti itu dan setelahnya tidak merasa lapar lagi.

Selanjutnya, dia sampai ke sebuah jazirah. Di sana dia melihat seekor burung yang sangat besar, indah rupanya dan memiliki sesuatu yang bisa membuat akal tercengang karena keindahannya. Burung itu ada di atas sebuah pohon yang dibawahnya ada hidangan yang di atasnya ada ikan yang dipanggang. Baluqiya mendekati burung itu, mengucapkan salam dan bertanya,'Siapa engkau?' Burung itu menjawab, 'Aku adalah salah satu malaikat yang ada di surga. Aku diutus oleh Allah mengirim hidangan ini kepada Adam dan Hawwa ketika keduanya berkumpul di Gunung Arafah. Keduanya telah menyantap sesuatu darinya. Lalu Allah menyuruhku untuk meletakkan hidangan tersebut disini dan aku berdiam diri di dekatnya hingga hari kiamat. Dia juga memerintahkanku untuk memberikan sesuatu darinya kepada orang yang datang kesini.' Maka Baluqiya memakan sesuatu dari hidangan itu, tetapi sedikitpun hidangan itu tidak berkurang, ia seperti keadaannya semula.

Baluqiya bertanya kepada sang burung tentang hidangan itu. Ia menjawab, 'Sesungguhnya makanan dunia akan berkurang dan berubah bila didiamkan. Sementara makanan surga tidak akan pernah berkurang dan berubah. ' Baluqiya bertanya, 'Apakah ada seseorang yang pernah memakan hidangan ini?' Ia menjawab, Sudah, Sesungguhnya Khidhr Abdul' Abbas, terkadang datang ke sini dan memakan hidangan ini. Setelah itu dia pergi lagi.' mendengar itu Baluqiya memutuskan diri tinggal di tempat untuk bertemu Khidhr, berkumpul bersamanya dan menanyakan berbagai hal kepadanya.

Pada suatu hari, ketika Baluqiya sedang duduk, tiba-tiba Khidhr as mendatanginya dengan mengenakan pakaian putih. Baluqiya berdiri menyambut dan mengucapkan salam kepadanya. Khidihr membalasnya. Baluqiya berkata, 'Wahai Abdul' Abbas, aku telah berpergian dalam rangka mencari Nabi akhir zaman hingga akhirnya aku sampai ke tempat ini. Aku diam di sini menunggu kedatanganmu agar engkau memberitahuku tentangnya. 'Khidhr menjawab, 'Hai Baluqiya, sesungguhnya nabi akhir zaman tidak akan muncul saat ini, dan engkau tidak akan bertemu dengannya sekarang ini.

Hai Baluqiya, tahukah engkau berapa jarak antara kamu dengan ibumu?' Baluqiya menjawab, 'Tidak tahu.' Khidhr berkata, 'Jaraknya adalah jarak tempuh 50 tahun. Maukah kamu aku letakkan kamu di hadapan ibumu?' Baluqiya menjawab, 'Ya. 'Khidhr berkata, 'Pejamkanlah kedua matamu!'

Baluqiya berkata, Aku pejamkan kedua mataku, aku tidak tahu apa-apa kecuali ibuku telah ada di sampingku. Aku buka kedua mataku, lalu aku mengucapkan salam kepada ibuku dan mengatakan kepadanya,
'Wahai ibuku, siapakah yang telah membawaku kepadamu?' Ibu Baluqiya menjawab, 'Aku melihat seekor burung putih telah meletakkanmu disini. Lalu dia menghilang dengan cepat.' Baluqiya menceritakan semua kisahnya kepada ibunya. Kemudian dia pergi kepada Bani Israil dan mengucapkan salam kepada mereka, mereka pun membalasnya. Mereka bertanya tentang keadaanya sewaktu kepergiannya. Dia ceritakan kepada mereka  dan semua keajaiban yang dilihatnya dicatat oleh mereka selama empat puluh tahun. Mereka tidak bisa menghitung keajaiban yang pernah dia lihat. Menurut sebuah riwayat, Baluqiya berumur seribu tahun.
Wallahu a'alam.

Kisah Baluqiya yang Mengelilingi Alam Semesta Part 1

  

Ats-Tsa'labi mengatakan, pada zaman Bani Israil ada seorang laki-laki yang bernama Isya. Dia termasuk salah satu ulama Bani Israil yang biasa membaca kitab-kitab terdahulu. Dalam kitab-kitab tersebut dia menemukan sifat-sifat Nabi Nuhammad saw. Semua sifat tersebut dia kumpulkan dalam satu lembaran. Lembaran itu disembunyikannya di dalam sebuah peti yang terkunci. Kuncinya dia sembunyikan di tempat yang tidak pernah diperhatikan.

Dia memiliki seorang anak yang bernama Baluqiya. Menjelang bapak Baluqiya meninggal, dia berwasiat kepada anaknya untuk menjadi qadhi (hakim) di kalangan Bani Israil setelahnya. Setelah beberapa lama ayahnya meninggal, tiba-tiba dia melihat sebuah peti. Peti itu didapatkannya terkunci. Dia tanyakan peti itu kepada ibunya. Ibunya menjawab, 'Aku tidak tahu apa yang ada di dalam peti ini dan tidak tahu di mana kuncinya.' Selanjutnya, kunci itu dihancurkan oleh Baluqiya dan membuka petinya. Di dalamnya dia melihat ada lembaran yang bertuliskan tentang sifat-sifat Rasulullah saw, dan berkata bahwa dia adalah penutup para nabi dan para rasul, serta surga diharamkan bagi para nabi sehingga dia dan ummatnya masuk terlebih dahulu.

Setelah selesai membacanya, dia bawa lembaran tersebut kepada ulama Bani Israil. Tatkala mereka mendengar sifat-sifat Muhammad saw, mereka berkata kepada Baluqiya, 'Bagaimana bapakmu mengetahui hal ini, tetapi dia tidak memberitahukannya kepada kami? Demi Allah, seandainya bukan karena engkau, pasti kuburannya akan kami bakar karena dia telah menyembunyikan berita tentang junjungan para rasul saw, kepada kami.'

Selanjutnya, Baluqiya memutuskan untuk meninggalkan ibunya. Dia berkata, 'Wahai ibu, aku telah menemukan bahwa Nabi akhir zaman akan diutus. Aku akan pergi dan tidak akan kembali hingga aku mengetahui beritanya.' Ibunya berkata, 'Semoga Allah memenuhi cita-citamu.' Baluqiya pergi dari Mesir dalam rangka mencari Muhammad saw. Dia berkeliling dari timur sampai barat hingga sampai ke laut ketujuh. Dia menemukan berbagai keajaiban yang tidak dilihat oleh orang lain. Di antara sejumlah keajaiban itu adalah apa yang dia liat di sebuah jazirah. Disana terdapat ular-ular besar yang mengatakan, 'Tidak ada tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.'

Baluqiya berkata kepada ular-ular, 'Assalamu 'alaikum.' Ular-ular itu berkata kepadanya, 'Kami belum pernah mendengar ucapan seperti itu.' Baluqiya berkata, 'Ini adalah sunnah (tradisi) Adam.' Mereka bertanya, 'Dari kelompok mana engkau?' Baluqiya menjawab, 'Saya termasuk golongan Bani Israil.' Mereka berkata, 'Kami tidak mengetahui Adam dan Bani Israil.' Baluqiya berkata, 'Jika demikian, bagaimana kalian mengetahu Muhammad? 'Mereka menjawab, 'Semenjak kami diciptakan Allah dengan sifat ini, kami diperintahkan untuk mengatakan hal itu. Kami adalah ular-ular Jahannam.' Baluqiya bertanya,' Bagaimana berita tentang Jahannam?' Mereka menjawab, 'Jahannam itu hitam dan berbau busuk. Dalam setiap tahun bernapas dua kali. Sekali pada musim kemarau, itulah panas dari dirinya. Dan sekali lagi di musim dingin. Itulah kebaikan dari dirinya.'

Setelah itu, Baluqiya memasuki sebuah jazirah yang lain. Di sana, dia menemukan ular-ular yang lebih besar dari yang pernah dia liat pertama kali, seperti pangkal pohon kurma. Di sekitar ular-ular tersebut, dia melihat ada ular kuning. Apabila ular-ular besar itu berjalan, maka ular-ular kuning berjalan di sekelilingnya. Tatkala ular-ular itu melihat Baluqiya, mereka berkata, 'Siapa engkau?' Baluqiya menjawab, 'Saya Baluqiya dar Bani Israil. 'Mereka berkata,' Kami belum pernah mendengar kata-kata ini sebelumnya. Aku dikuasakan atas semua ular yang ada di dunia. Seandainya aku tidak ada, pasti ular-ular memaksa Bani Israil untuk lari dan membunuh mereka dalam satu hari saja.'

Baluqiya melanjutkan perjalanan hingga dia sampai ke laut ketujuh. Dia telah melihat berbagai keajaiban yang terlalu panjang untuk dijelaskan. Dari sejumlah keajaiban itu adalah apa yang dia lihat di sebuah jazirah. Di sana terdapat pohon kurma dari emas. Apabila matahari muncul menyinarinya, maka ia mengeluarkan sinar seperti kilat sehingga tidak ada mata yang mampu untuk melihatnya karena kuat sekali kilauannya. Di jazirah ini juga ada pepohonan yang besar buahnya. Baluqiya mengulurkan tangannya untuk mengambil buah dari salah satu pohon tersebut. Pohon itu menyeru, 'Menjauh dariku hai khati' (yang suka bersalah)!

Baluqiya pun mundur dan duduk. Tiba-tiba ada satu rombongan turun dari langit. Di tangan mereka ada pedang terhunus. Ketika mereka melihat Baluqiya, merek berkata, 'Bagaimana engkau sampai ke tempat ini?' Baluqiya berkata, 'Saya dari Bani Israil, nama saya Baluqiya. Lalu kalian siapa?' Mereka menjawab, 'Kami adalah kaum jin yang beriman. Asalnya kami berada di langit. Kemudian Allah menurunkan kami ke bumi. Kami diperintahkan untuk memerangi jin kafir di muka bumi. Sekarang kami akan memerangi mereka.'

Baluqiya pergi meninggalkan mereka. Tiba-tiba ada malaikat yang besar postur tubuhnya sedang berdiri. Tangan kanannya ada di timur, sedangkan tangan yang kirinya ada di barat. Dia berkata,' Tidak ada tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.' Baluqiya mendekati dan mengucapkan salam kepadanya. Dia berkata, 'Siapa engkau? Baluqiya menjawab, 'Aku adalah seorang laki-laki dari Bani Israil. Aku pergi dalam rangka mencari penutup para nabi. Lalu siap engkau?' Dia menjawab, 'Aku adalah malaikat yang ditugaskan mengurusi gelapnya malam dan terangnya siang.' Baluqiya berkata, 'Apa dua baris yang ada di keningmu?' Dia menjawab, 'Dalam dua baris tersebut tertulis tambahan malam dan siang serta pengurangannya. Aku tidak menahan malam kecuali dengan ukuran yang ditentukan.'